Kamis, 13 Februari 2014

AIR BUNGA

Air bunga tiada harum lagi
air bunga tak mampu mencuci 
goresan dosa dosamu dihati 
catatan noda yang berdarah ini 
air bunga ini tiada harum lagi 
air bunga tak mampu mencuci

Percuma saja kau datang lagi 
hati ini terlanjur benci 
biarlah aku seorang diri
tanpa ada kekasih

Terlalu parah kau menyakiti
aku sudah tak sudi lagi
sedalam apa cintaku ini 
sanggup kubunuh mati
takkan ku ampuni pengkhianatanmu kasih 
tanpa ijin malaikat penjagaku ini

Jumat, 17 Februari 2012

DINGIN

Haruskah aku menerimamu
Sedangkan hatimu tak mencintaiku

Aku merasakan di malam pertama
Kau begitu dingin seakan tak punya cinta
Akupun merasa batinmu tersiksa
Rupanya hatimu bukanlah milikku

Hapuskanlah air matamu
Perkawinan ini bukan kehendakmu

Reff :

Untuk apa tubuh yang indah
Tanpa kemesraan bagaikan boneka
Apa arti perkawinanku
kalau dihatimu ada orang lain


Lebih baik kita berpisah
Daripada harus menderita


by Hamdan Att

SECANGKIR KOPI

Bagaimana aku kan betah dirumah
Setiap pulang kerja engkau tiada
Jangan kan menyambutku dengan senyum manis mu
Secangkir kopi pun tak tersedia

Suami yang mana yang tak akan marah
setiap pulang kerja engkau tiada
Jangan kan menyambutku dengan kasih sayang mu
Secangkir kopi pun tak tersedia

Reff
Ku pulang malam karna tak tahan
Mencari hiburan diluar rumah
Salah kah aku dosa kah aku
bila diriku tak lagi setia

semua ku lakukan untuk pelarian
agar engkau sadar istriku sayang

Suami yang mana yang tak akan marah
setiap pulang kerja engkau tiada
Jangan kan menyambutku dengan senyum manis mu
Bicara saja seakan tak mau
Back to Reff

Suami yang mana yang betah dirumah
setiap pulang kerja engkau tiada

Sabtu, 15 Oktober 2011

Tangan - Tangan Hitam

Terkadang aku tak mengerti
Melihat kehidupan ini
Mengapa si kecil yang tak berdosa
Harus jadi korban angkara murka
Mengapa si kecil yang tak berdosa
Harus menerima beban derita

Sungguh tersayat rasa hati
Melihat kekejaman ini
Mengapa, oh Tuhan, engkau biarkan
Tangan-tangan hitam menjamah sutra
Mengapa, oh Tuhan, engkau biarkan
Hamba-hamba syetan menyakitinya

Oh Tuhan, bebaskan dia
Dari cengkeraman yang menyiksa
Oh Tuhan, bebaskan dia
Dari segala beban derita
Dia butuh kasih sayang
Belaian nan penuh manja
Janganlah engkau pisahkan
Dia dan orang tuanya 

Derita Di Balik Tawa

Betapa harus ‘ku tersenyum
Sementara hati menangis
Betapa harus ‘ku tertawa
Sementara hatiku luka

Betapa harus aku tersenyum
Sementara hati menangis
Betapa harus aku tertawa
Sementara hatiku luka

Harus kuhadapi kenyataan hidup ini
Harus kuatasi kepahitan ini
Dan kusadari tiada seorang jua
Yang dapat meringankan beban derita diriku ini

Betapa harus aku menyanyi
Sementara hatiku sedih
Betapa harus aku menghibur
Sementara hatiku hancur

Aku mengerti ini sanksi seorang penyanyi
Apa pun yang terjadi, apa pun yang terjadi
Apa pun yang terjadi, aku harus menyanyi

Aku mengerti ini sanksi seorang penyanyi
Apa pun yang terjadi, apa pun yang terjadi
Apa pun yang terjadi, aku harus menyanyi

Walau hatiku ini penuh terhunjam duri
Tiada yang perduli
Walau hatiku ini koyak tercabik-cabik
Tiada yang perduli
Walau hatiku ini sakit meradang perih
Tiada yang perduli
Walau hatiku ini memekik dan menjerit
Tiada yang perduli 

Cuma Kamu

Wanita:
Cuma kamu sayangku di dunia ini
Cuma kamu cintaku di dunia ini

Pria:
Tanpa kamu sunyi kurasa dunia ini
Tanpa kamu hampa kurasa dunia ini

Duet:
Cuma kamu sayangku di dunia ini
Cuma kamu cintaku di dunia ini

Pria:
Tiada kalimat dapat melukiskan
Betapa cintaku kepada dirimu
Tiada ibarat sebagai umpama
Betapa sayangku kepada dirimu

Wanita:
Itu dapat kurasa dari belai tanganmu
Itu dapat kurasa dari pandang matamu

Bulan Bintang

Bulan di manakah kini
Jangan kau sembunyi tampakkanlah diri
Bintang sepi menyendiri
Berselimut sunyi selalu mencari

Malam semakin kelam
Tanpa kau sang rembulan
Bintang sedih bermuram
Tanpa kau sang rembulan

Bulan di manakah kini
Jangan kau sembunyi tampakkanlah diri

Naluriku berkata bulan masih ada
Dan menanti bintang dengan penuh damba
‘Ku yakin bulan juga gelisah merana
Dan menanggung rindu dalam penantian
Bulan, bintang pun merindukanmu