Sabtu, 25 Oktober 2014

AIR HINA

He, jangan mentang-mentang punya
Memandang orang tidak dengan sebelah mata
He, jangan mentang-mentang kuasa
Menyuruh orang tolak pinggang setinggi dada

Itu kesombongan (itu kesombongan)
Itu keangkuhan (itu keangkuhan)
Bukan pakaianmu tapi pakaian Tuhan
Yang berhak disembah oleh segenap alam

He, silakan punya dan kuasa
Tapi janganlah angkuh sombong pada sesama

Bukankah engkau dilahirkan telanjang
Tanpa sehelai benang
Kemudian berkat rahmat-Nya Tuhan
Kau bisa jadi orang

Tak malukah, tak sadarkah
Kaukira dirimu siapa

He, tidakkah kauperhatikan
Dari apakah dulu dirimu dijadikan
He, dari tetes air hina
Kau diciptakan lalu engkau disempurnakan

Itu kesombongan (itu kesombongan)
Itu keangkuhan (itu keangkuhan)
Tak pantas kausandang sebagai seorang insan
Yang tiada daya tanpa kehendak Tuhan

He, silakan punya dan kuasa
Tapi janganlah angkuh sombong pada sesama

AIR MATA DARAH

Sudah sering kali kau mengkhianati
Tapi engkau aku maafkan selalu
Tapi kali ini kau sungguh terlalu
Tak mungkin lagi kumaafkan salahmu

Simpan saja air matamu
Tak guna engkau menangis
Hatiku tak akan mencair
Dengan sedu-sedanmu itu

Walaupun tangismu darah
Hatiku tak akan iba
Aku sudah bosan
Melihat permainan sandiwaramu

Sudah sering kali kau mengkhianati
Tak mungkin lagi kumaafkan salahmu

ADUHAI

Pria:
Indahnya, indahnya aduhai

Wanita:
Manisnya, manisnya aduhai

Duet:
Saat-saat memadu cinta
Saat-saat yang paling indah
Kata-kata bak mutiara
Kata-kata dalam bercinta

Wanita:
Mesranya, mesranya aduhai

Pria:
Rasanya, rasanya aduhai

Wanita:
La-la

Pria:
Hm-hm

Wanita:
La-la-la

Pria:
Hm-hm

Wanita:
La-la-la-la-la-la-la-la-la
<> Pria:
La-la-la-la-la-la

Wanita:
Menyanyi, bersama menyanyi
Mencurahkan rasa cinta dalam hati

Pria:
Bersemi, semoga bersemi
Tumbuhlah dan mekarlah cinta sejati

Wanita:
Indahnya, indahnya aduhai

Pria:
Manisnya, manisnya aduhai

Duet:
Saat-saat memadu cinta
Saat-saat yang paling indah
Kata-kata bak mutiara
Kata-kata dalam bercinta

Pria:
Mesranya, mesranya aduhai

Wanita:
Rasanya, rasanya aduhai

Pria:
La-la

Wanita:
Hm-hm

Pria:
La-la-la

Wanita:
Hm-hm

Pria:
La-la-la-la-la-la-la-la
<> Wanita:
La-la-la-la-la-la

Pria:
Sang bunga tersenyum merekah
Gembira menyambut tiba musim cinta

Wanita:
Semuanya nampak gembira
Seakan turut merasa bahagia
 
Rhoma feat Riza Umami

Sabtu, 24 Mei 2014

Semakin Sayang Semakin Kejam

Cukup - cukuplah,
Jangan menambah derita lagi
Terlalu banyak jahitan luka
Tak sanggup aku menahan sakit

Sudah - sudahlah
Kita cari jalan - jalan sendiri
Biarlah jalinan kisah kasih
Berakhir sampai di sini

Semakin sayang aku padamu
Semakin kejam perlakuanmu

Tajam - tajam kata - katamu
Seram - seram perbuatanmu
Tak tahan mata dan telinga
Menerima kenyataan

Sedih - sedih rasa hatiku
Bisa - bisa sakit jiwaku
Tak mampu lagi ku bertahan
Untuk hidup bersamamu

Niat hati tak ingin berpisah
Namun kitapun tak mungkin bersatu
Kumengharap enkau tak membenciku

Cukup - cukuplah

Harga Diri

Di dirimu aku menemukan
Yang mencintaiku
Yang menyayangiku
Di dirimu aku ketakutan
Kau biarkanku
Kau tinggalkanku

Reff:
Bila kamu tak lagi denganku
Ku tak tahu apa 'tuk jalani hidupku
Bila memang kau pergi dariku
Ku tak ada lagi di dunia ini

Mengertikah kau siang malamku
Dan tangis tawaku
Kau semua hidupku
Pandang aku pandanglah hatiku
Aku tak mampu melangkah tanpamu

Back to Reff

Bukan ku tak punya harga diri
Tapi dirimu begitu berarti
Kaulah nafasku engkau harga diriku
Mengerti aku....

Back to Reff

Dua Kursi

la, la, la, la (4X)
la, la, la, la, la, la, la, la (2X)

Kalau hanya makanan dimeja
tak pernah engkau makan
Kalau hanya kopi yang ku suguhkan
tak pernah engkau minum
Tapi jangan sampai kau macam-macam
diluaran rumah kau macam-macam sayang….
awas, awas, awas, awas

Satu kali kau salah melangkah
bibir mulai berdusta
Bila tingkah lakumu berubah
aku pasti curiga

Jangan sampai ada bunga yang baru
diluar rumah…
Aku takut sayangmu terbagi
Aku takut rindumu terbagi
pada orang, pada orang lain

Takkan mau lelaki yang dipuja
menduakan cinta
perasaan wanita tak beda
ingin dipuja dimanja-manja
Satu cinta, satu cinta saja
Cukup saja dua kursi
jangan tambah kursi lagi
diluar rumah ini

Seputih Kapas

Seandainya aku mampu ikut apa katamu
tak mungkin aku tercampak darimu
Seandainya aku bisa nurut apa maumu
kuyakin engkau tak lari dariku

aku hanyalah manusia bias at
tak mungkin seputih kapas
diriku ini cuman insan biasa
tak sama beningnya kaca
seandainya aku mampu……

kurelakan kau pergi dariku
daripada aku menjadi bebanmu
dari dulu kaupun sudah tahu
beginilah keberadaanku ini

haruskah diriku menjadi orang lain
sedangkan hatiku sangat menderita
Seandainya aku mampu ikut apa katamu
tak mungkin aku tercampak darimu