Sabtu, 24 Mei 2014

Semakin Sayang Semakin Kejam

Cukup - cukuplah,
Jangan menambah derita lagi
Terlalu banyak jahitan luka
Tak sanggup aku menahan sakit

Sudah - sudahlah
Kita cari jalan - jalan sendiri
Biarlah jalinan kisah kasih
Berakhir sampai di sini

Semakin sayang aku padamu
Semakin kejam perlakuanmu

Tajam - tajam kata - katamu
Seram - seram perbuatanmu
Tak tahan mata dan telinga
Menerima kenyataan

Sedih - sedih rasa hatiku
Bisa - bisa sakit jiwaku
Tak mampu lagi ku bertahan
Untuk hidup bersamamu

Niat hati tak ingin berpisah
Namun kitapun tak mungkin bersatu
Kumengharap enkau tak membenciku

Cukup - cukuplah

Harga Diri

Di dirimu aku menemukan
Yang mencintaiku
Yang menyayangiku
Di dirimu aku ketakutan
Kau biarkanku
Kau tinggalkanku

Reff:
Bila kamu tak lagi denganku
Ku tak tahu apa 'tuk jalani hidupku
Bila memang kau pergi dariku
Ku tak ada lagi di dunia ini

Mengertikah kau siang malamku
Dan tangis tawaku
Kau semua hidupku
Pandang aku pandanglah hatiku
Aku tak mampu melangkah tanpamu

Back to Reff

Bukan ku tak punya harga diri
Tapi dirimu begitu berarti
Kaulah nafasku engkau harga diriku
Mengerti aku....

Back to Reff

Dua Kursi

la, la, la, la (4X)
la, la, la, la, la, la, la, la (2X)

Kalau hanya makanan dimeja
tak pernah engkau makan
Kalau hanya kopi yang ku suguhkan
tak pernah engkau minum
Tapi jangan sampai kau macam-macam
diluaran rumah kau macam-macam sayang….
awas, awas, awas, awas

Satu kali kau salah melangkah
bibir mulai berdusta
Bila tingkah lakumu berubah
aku pasti curiga

Jangan sampai ada bunga yang baru
diluar rumah…
Aku takut sayangmu terbagi
Aku takut rindumu terbagi
pada orang, pada orang lain

Takkan mau lelaki yang dipuja
menduakan cinta
perasaan wanita tak beda
ingin dipuja dimanja-manja
Satu cinta, satu cinta saja
Cukup saja dua kursi
jangan tambah kursi lagi
diluar rumah ini

Seputih Kapas

Seandainya aku mampu ikut apa katamu
tak mungkin aku tercampak darimu
Seandainya aku bisa nurut apa maumu
kuyakin engkau tak lari dariku

aku hanyalah manusia bias at
tak mungkin seputih kapas
diriku ini cuman insan biasa
tak sama beningnya kaca
seandainya aku mampu……

kurelakan kau pergi dariku
daripada aku menjadi bebanmu
dari dulu kaupun sudah tahu
beginilah keberadaanku ini

haruskah diriku menjadi orang lain
sedangkan hatiku sangat menderita
Seandainya aku mampu ikut apa katamu
tak mungkin aku tercampak darimu

Terlalu

Aku terasa mati ditinggal kekasih
Tak pernah terpikir ini bisa terjadi
Aku terasa pilu saat kau berlalu
Hilang semua kisah cinta dalam hatiku

[*]
Cintaku padamu tlah setinggi langit
Namun kau tak merasakan
Sayangku padamu kan ku ingat slalu
Biar ku bawa sendiri

[**]
Aku tak bisa menahan langkah kakimu
Aku tak bisa menahan kepergianmu
Kamu terlalu telah dengan yang lain
Untuk hidupmu nanti

[***]
Aku tak bisa menahan air mataku
Aku tak bisa kesedihanku
Aku telah hancur hilang semua mimpiku

Back to [*][**]

Aku tak bisa menahan kepedihanku
Aku tak bisa menahan air mataku
hatiku tlah hancur hilang semua mimpiku
Untuk hidupmu nanti

Back to [***]

Aku telah hancur hilang semua mimpiku

Surat Terakhir

"Jakarta, awal September
Kasih, kubuat surat ini
Untukmu, sayangku seorang"

Wahai juwitaku kuatkan hatimu
Kala membaca suratku ini
Dengan hati hancur kunyatakan jua
Bahwa tali cinta kuputuskan sudah
Kuatkan hatimu

Bukan ‘ku tak sudi atau ingkar janji
Bukan pula karena ‘ku tak setia
Namun patuhilah ayah dan bundamu
Yang tak merestui kita berdua

Bila air mata dapat kutuliskan
Tiada kupakai tinta untuk kaubaca
Di surat terakhir

Call Me

apa kabarmu hai kekasihku
ku tahu engkau masih menunggu
jangan jangan kau tinggalkan aku
sabarlah sabar wahai sayangku

*
walau jauh terpisah jarak dan waktu
ku ingin dengar suaramu

reff:
bila sayang, bila rindu, telepon aku
bila cinta, bila kangen, telepon aku
bila ingin, bila mau, teleponlah aku
ku menunggu call me call me call me

bila sayang, bila rindu, telepon aku
bila cinta, bila kangen, telepon aku
ku selalu menunggumu di setiap waktuku
ku menunggu call me call me call me

kan selalu kau masih ingat aku
siang malam ku selalu menunggu
menunggu waktu untuk bicara wooo
bicara bicaralah cinta

repeat *, reff
repeat *, reff

bila sayang, bila rindu, telepon aku
bila cinta, bila kangen, telepon aku
bila ingin, bila mau, teleponlah aku
ku menunggu call me call me call me